Langsung ke konten utama

Postingan

[PUISI] Ilusi dan Imaji

Ilusi dan Imaji Oleh: Nana Novita Semburat kemerahan di kaki langit Kerlap-kerlip sinar tak berpendar Ingatkah kau akan angan? Percayakah kau pada ilusi? Hanya gemerisik suara memuakkan Serta bayang gelap tak berujung Ribuan air menari di udara Dan gemerlap masa lalu yang memilukan Klise Tak ada yang nyata Tak ada yang imaji Setitik cahaya di bawah mentari Sebutir air di dalam danau Bukanlah setangkai teratai di atas lumpur

[PUISI] Risaulah Diri

Risaulah Diri Oleh: Nana Novita Bibir ini mulai kaku Tak mampu berucap pun bersua Ketika gelap itu merajut Menghadang segala memoar lalu Masihkah ia disana? Menungguku hingga lelah? Nyatanya ia menyerah Meninggalkan asa terbang melayang Menyisakan aku Sendiri berdiri di atas kedua kakiku Dan sebuah harap tanpa capai Keinginan yang tak mampu tergapai

[CERPEN] Kisah di Tempat yang Tak Seharusnya

Kisah di Tempat yang Tak Seharusnya Sekali lagi ku tatap rangkaian bunga di tanganku. Aku tersenyum simpul. Semoga saja tidak mengecewakan. Buket bunga dari origami yang ku buat semalaman menemani perjalananku pagi itu. Sepuluh menit berlalu, aku akhirnya sampai di Selasar Barat Gedung Fisipol UGM. Dimana disana telah duduk beberapa teman serta kakak-kakak yang akan mendampingi kelompokku melakukan kunjungan sosial ke sebuah panti jompo.

[Vignette] Between Us

Title: Between Us Scriptwriter: NanaJji (@nana.novita) Cast(s): Jeon Wonwoo [Seventeen] || Kim Soojin [OC] || Jeon Jungkook [BTS] Genre: Romance. Hurt. School-life. Family. Duration: Vignette Rating: Teen Summary: Ia yang nyatanya berdiri di antara kita Haruskah ada yang mengalah? Atau lebih baik tidak? . . .

[PUISI] Tak Mampu

Tak Mampu Oleh: Nana Novita Hati tak mampu lagi berkata Senyum tak lagi terkembang Hanya rintik hujan Juga koaran halilintar Ku sendiri di pojok ruang Gelap, tanpa cahaya Jauh disana ramai akan orang-orang Tak dapat ku raih Tak dapat menyapa Kaca tipis itu menghalangi Sangat tipis dan rapuh Tapi tak mampu ku robohkan Terkulai Bahkan aku lebih lemah Berdiri di atas sepasang kaki Aku tak mampu Mengangkat satu jemariku Aku tak mampu Membuka mulut tuk bersua Jangan tanyakan lagi Karena aku pun tak mampu